8 Cara Efektif Menghabiskan Stok Barang Jualan yang Menumpuk

menghabiskan stok barang
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Stok barang yang menumpuk bisa membebani bisnis. Itu mengapa Anda harus bisa menghabiskan stok barang jualan dengan cepat. Ini caranya.

Masalah yang sering terjadi dari bisnis ritel tas adalah stok yang menumpuk dan sulit untuk terjual. Stok yang menumpuk ini akhirnya memenuhi gudang dan membuat aliran uang dalam bisnis tidak lancar. Dampak akhirnya adalah bisnis akan terbebani secara finansial dengan stok yang tidak produktif. Lalu apa solusinya?

Untuk Anda yang menjalankan bisnis tas dengan stok besar tentu harus memikirkan bagaimana caranya melakukan pembersihan gudang. Tentu saja tujuannya adalah mengubah persediaan barang menjadi uang yang bisa kembali diputar menjadi barang yang baru.

Semakin jarang ada barang di gudang, semakin baik kondisi perusahaan. Karena resiko-resiko barang ketika berada di gudang juga berkurang seperti stok rusak karena gangguan hewan, resiko hilang, ataupun kerusakan akibat kejadian diluar kendali lainnya. Itu sebabnya pembersihan gudang (clearance) adalah aktifitas yang sudah umum dilakukan dalam bisnis retail.

Ada banyak sekali cara untuk melakukan program clearance untuk bisnis yang mengandalkan stok barang. Handmadeshoesby pun perusahaan grosir tas dan grosir sepatu yang memiliki banyak stok di gudang. Bayangkan ada terdapat ribuan barang yang harus diputar agar bisa menjadi uang dalam waktu singkat. Namun karena sudah berpengalaman tantangan stok adalah salah satu yang sudah biasa dihadapi.

Kali ini Handmadeshoesby ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana mengatasi masalah stok barang yang menumpuk. Simak terus artikelnya ya.

stok barang

Sebagai pembuka kita akan mulai bahasan dari prinsip dasar yang harus dipahami dari stok barang, yakni tentang manajemen pencatatan. Ada beberapa metode untuk mencatat stok yakni FIFO dan LIFO

FIFO adalah metode pencatatan barang menggunakan metode first in first out. Artinya barang yang pertama kali masuk, harus dikeluarkan terlebih dahulu. Sebagai ilustrasi metode ini adalah seperti membeli stok produk pada tanggal 30 November 2019 sebanyak 10 unit, kemudian datang barang lagi pada tanggal 5 Desember 2019 sebanyak 3 unit. Saat customer datang membeli 5 unit maka barang yang dikeluarkan dari gudang adalah barang yang datang pada 30 November 2019 dan bukan barang 5 Desember 2019. Metode ini cukup efektif jika melibatkan barang yang memiliki tanggal kadaluwarsa seperti sembako atau makanan.

Selanjutnya LIFO. LIFO adalah kebalikan dari FIFO yakni last in first out. Berarti barang yang pertama masuk akan dikeluarkan terakhir. Contohnya adalah Anda membeli stok produk pada tanggal 30 November 2019 sebanyak 10 unit, kemudian barang kembali datang pada tanggal 5 Desember 2019 sebanyak 3 unit. Saat customer membeli 5 unit maka barang yang dikeluarkan dari gudang adalah barang yang datang pada 5 Desember sebanyak 3 unit kemudian mengambil stok barang yang datang pada 30 November 2019 sebanyak 2 unit. Metode ini hanya efektif untuk barang yang memiliki ketahanan seperti bahan baku manufaktur atau produk yang bisa diolah kembali.

Perbedaan antara FIFO dan LIFO sejatinya memperlihatkan kondisi stok barang secara pencatatan meski secara fisik tidak muda untuk dibedakan. Selain itu pencatatan FIFO dan LIFO akan menentukan bagaimana kondisi pencatatan keuangan dalam akuntansi.

Bagi Anda yang memulai bisnis ritel tentu sudah melakukan pencatatan berdasarkan prinsip di atas. Nah langkah selanjutnya adalah tentang bagaimana Anda bisa memaksimalkan stok barang yang menumpuk.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghabiskan stok barang yang ada di gudang.

1. Buat program diskon

diskon barang

Program diskon adalah salah satu cara paling populer yang digunakan dalam industri ritel. Program ini biasanya berusaha untuk menurunkan harga barang dengan memotong margin keuntungan menjadi lebih sedikit. Jika sebelumnya margin keuntungan bisa sebesar 30%, karena diskon perusahaan bisa hanya mendapat keuntungan sebesar 20%.

Namun hati-hati bila memberikan program diskon. Anda perlu untuk memperkirakan berapa angka diskon yang cocok saat dipromosikan. Ada baiknya Anda memulai dari angka diskon yang kecil seperti 25% atau 30% dari harga normal. Selain itu Anda juga harus mempertimbangkan adanya kesan bahwa brand Anda tidak laku jika Anda terlalu sering membuat program diskon.

Selain melakukan pemotongan harga, Anda juga harus membuat program ini berbarengan dengan even marketing seperti flash sale yang bisa meningkatkan kesan waktu terbatas pada calon pembeli. Sehingga mereka akan merasa bahwa diskon harga yang Anda berikan benar-benar tidak ada kesempatan kedua. “Harus beli saat ini juga” kira-kira seperti itu kesan yang harus diberikan.

Integrasi program diskon dengan even marketing begitu penting karena program marketing juga akan menarik perhatian calon pembeli baru. Sehingga Anda harus bisa membuat program yang bisa menjangkau lebih banyak orang untuk menghabiskan stok barang yang Anda miliki. Semakin besar evennya, semakin baik karena akan semakin banyak orang yang akan melihat, mencoba dan bahkan membeli produk Anda.

Mempertimbangkan skala dan besara evennya, maka Anda juga harus merencanakannya jauh-jauh hari dan hanya digelar beberapa kali saja. Hal ini akan bisa membuat bisnis Anda untuk tetap sehat dan memiliki kesan sebagai brand yang laku dipasaran.

2. Remarketing, pindah posisi, ubah dekorasi

Masalah produk yang tidak juga terjual bisa jadi bukan karena produk Anda jelek atau tidak berkualitas. Bisa jadi, produk tersebut dipasarkan dengan tidak tepat. Bagaimana Anda memasarkan produk tersebut pada calon konsumen ternyata memengaruhi persepsi konsumen untuk membeli sebuah produk.

Itu sebabnya Anda perlu mempertimbangkan untuk membuat program pemasaran yang berbeda untuk barang-barang yang lambat untuk laku.

Cara memasarkan yang cukup populer dilakukan lainnya setelah diskon adalah dengan mengubah posisi barang saat menata ulang tata letak. Mengubah dekorasi akan bisa memposisikan ulang produk yang sebelumnya tidak laku menjadi mudah untuk ditemukan oleh calon pembeli.

Beberapa tips saat melakukan dekorasi adalah buat toko menjadi cerah dan bersih. Kemudian tempatkan barang yang kurang laku berada di tempat yang dekat dengan tempat akhir pembayaran dengan posisi yang berada sejajar dengan rerata tinggi konsumen toko Anda. Dengan begitu barang tersebut akan mudah terlihat. Jika perlu Anda bisa sematkan juga program diskon pada barang tersebut.

Taktik ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh Anda yang sudah memiliki toko. Sementara bagi penjual tas online tentu tidak memerlukan taktik ini di toko fisik. Sehingga yang perlu dilakukan adalah mengubah tampilan toko online Anda agar produk yang tidak terlalu laku bisa mudah ditemukan.

3. Jual secara paket

Paket yang dimaksud adalah menggabungkan produk yang laris dengan produk yang tidak terlalu laris menjadi satu bagian. Contoh program penjualan yang memanfaatkan metode ini adalah seperti paket produk A lebih dari satu. Atau beli produk A bersama produk B.

Dengan metode ini, pembeli akan mendapatkan barang melebihi dari apa yang mereka harapkan. Mereka bisa membeli produk yang mereka sukai, tetapi juga mendapat produk lain sebagai tambahan.

Beberapa tips yang Anda bisa lakukan untuk metode ini adalah buat paket yang membuat barang Anda terlihat beragam. Misalnya buat paket yang memunculkan warna berbeda atau punya fungsi yang saling melengkapi.

Jika Anda ingin menjual produk yang sama dengan lebih cepat Anda bisa gunakan cara menggabungkan produk yang sama menjadi satu kemasan. Misalnya tiga kaos kaki dalam satu paket.

Tantangan dari metode ini adalah bagaimana menciptakan skema harga yang masih tetap mendatangkan keuntungan. Sebab Anda harus menggabungkan banyak barang yang bisa jadi memiliki dua harga berbeda menjadi satu paket. Dan untuk mempercepat terjualnya barang paket ini Anda harus bisa menunjukkan bahwa membeli secara paket adalah lebih murah dibandingkan dengan harga normalnya.

4. Jual dengan bonus

Mirip seperti jual secara paket, jual barang dengan bonus adalah berusaha mengeluarkan barang yang tidak laku secara “paksa” dengan dibarengi barang lain yang lebih laris. Perbedaannya adalah metode ini mengharuskan barang kurang laris yang disandingkan dengan barang laris menjadi berharga rendah atau bahkan gratis.

Skema yang sering digunakan dalam bisnis tas untuk taktik ini adalah dengan memberikan gratisan produk ketika membeli produk tertentu. Atau label seperti buy 1 get 1 free, beli produk A mendapat produk B gratis. Metode ini sekarang populer disebut dengan give away atau freebies.

Sama seperti pada metode paket, hal yang perlu Anda pikirkan saat menggunakan cara ini adalah Anda harus bisa menghitung harga dengan tepat. Jangan sampai Anda terlalu ingin menjual barang yang kurang lancar tetapi malah mengakibatkan kerugian yang besar.

5. Pertimbangkan untuk mengembalikan stok barang ke supplier

Supplier besar umumnya memberikan kelonggaran untuk para pembeli partai mereka untuk mengembalikan stok barang yang tidak laku. Tentu saja ketentuan ini kerap berlaku dengan banyak persyaratan yang ketat. Namun mengembalikan barang ke supplier adalah salah satu cara yang tidak ada salahnya dicoba.

Dengan Anda mengembalikan barang kepada supplier, Anda akan bisa mengurangi stok barang dan juga memberitahukan pada supplier bahwa produk tersebut tidak terlalu laku. Opsi lainnya adalah mungkin Anda bisa meminta tukar pada supplier dengan barang yang Anda miliki dengan barang lainnya. Hal ini akan memberikan keuntungan untuk dua pihak sekaligus, selama dikomunikasikan dengan baik.

6. Hubungi perusahaan yang bersedia membeli barang-barang stok lama

Dunia bisnis kerap kali memberikan banyak solusi antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnnya. Seperti ketika Anda kesulitan untuk menjual stok barang lama ke konsumen, mungkin Anda bisa menghubungi perusahaan yang memang spesialis dalam membeli barang stok lama.

Perusahaan-perusahaan yang membeli barang stok lama ini biasanya memang membeli produk secara banyak. Namun kerap kali harganya sangat rendah, sehingga Anda harus benar-benar mempertimbangkan lagi terkait harga yang pantas untuk menjual barang stok lama.

7. Donasikan

Melakukan donasi barang bukanlah sebuah hal yang memalukan bagi sebuah brand. Ada kalanya Anda memang perlu untuk membuat program donasi agar barang di gudang tidak menumpuk. Hanya saja Anda juga harus memperhatikan kondisi barang sebelum didonasikan. Tentu sangat tidak pantas jika perusahaan melakukan donasi barang namun barang tersebut tidak layak untuk digunakan. Hal ini akan berdampak pada citra perusahaan.

8. Musnahkan

memusnahkan stok

Jalan terakhir yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengosongkan stok di gudang adalah dengan memusnahkannya. Pilihan ini bisa menjadi opsi ketika opsi lain di atas sudah Anda lakukan namun stok di gudang tidak jua habis.

Hal yang sangat perlu diingat untuk menggunakan cara ini adalah pastikan barang yang berada di gudang memang tidak layak lagi untuk dijual. Entah itu karena ada cacat produksi, kerusakan, atau sudah tidak ada lagi pasarnya. Sehingga barang yang berada di gudang nilainya sudah sangat rendah atau mendekati nol.

Beberapa waktu lalu Handmadeshoes harus melakukan langkah pemusnahan karena barang yang ada di gudang terdapat produk yang cacat produksi. Dengan mempertimbangkan kualitas dan standar pada mitra, akhirnya produk yang tidak layak ini dimusnahkan demi menjaga reputasi brand.

Namun saat itu warganet cukup heboh dengan metode ini dan akhirnya publikasi pemusnahan tidak lagi ditampilkan. Inilah yang dimaksud dengan harus mempertimbangkan reputasi brand ketika memusnahkan stok barang.

Kesimpulan

Apapun langkah yang Anda pilih untuk mengosongkan stok barang. Pastikan metode yang Anda gunakan sudah dipertimbangkan dengan baik. Langkah-langkah di atas adalah metode-metode yang bisa saling dikombinasikan dan bisa Anda pilih sesuai dengan kondisi perusahanaan.

Tentu saja tidak ada metode yang paling efektif karena setiap brand dan perusahaan memiliki situasinya masing-masing. Dan hanya Anda sebagai pengelola perusahaan yang paham kira-kira metode apa yang cocok untuk diterapkan untuk menghadapi tantangan stok menumpuk ini.

Ada baiknya usai melakukan clearance Anda mempertimbangkan untuk memperbaiki sistem dalam perusahaan terkait dengan stok barang. Perbaikan bisa dimulai dari bagaimana Anda memilih barang, kemudian bagaimana mencatat barang dan terakhir adalah bagaimana memasahkan barang sesuai dengan pengalaman sebelumnya.

Rencanakan seluruhnya dan buat sistem yang rapi, kemudian dokumentasikan secara formal. Seluruh langkah yang pernah terjadi akan menjadi aset berharga bagi perusahaan dan pelajaran yang penting untuk bisnis Anda ke depan.

Semoga artikel ini bermanfaat. Dan bila Anda ingin mendapat ulasan-ulasan menarik tentang bagaimana berbisnis tas dan sepatu yang sukses Anda bisa subscribe atau kunjungi Handmadeshoesby.com secara reguler.

Salam sukses.

Subscribe Sekarang

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Post terkait