8 Tips Menggunakan Sosial Media Untuk Bisnis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email
Sosial media juga bisa digunakan untuk bisnis. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan sosial media untuk bisnis. Ini ulasannya.

Berjualan secara online saat ini sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Hampir setiap pengusaha di era internet tidak lagi sepenuhnya mengandalkan lokasi toko, atau iklan di koran dan majalah melainkan menggunakan sosial media untuk mempromosikan bisnisnya. Alasannya adalah karena internet dan sosial media sangat mudah untuk digunakan dan biayanya sangat murah. Itu sebabnya, Anda harus mulai menggunakan sosial media untuk bisnis.

Berbisnis di sosial media merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan konsumen produk yang Anda jual. Bila Anda berjualan tas hand made, maka sosial media adalah wadah yang tepat untuk memperkenalkan produk Anda. Namun sebelum Anda terjun langsung berjualan di sosial media, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal penting yang harus Anda ketahui. Mengapa? karena bisnis juga perlu ilmu sehingga menggunakan sosial media juga perlu ilmu.

Nah apa saja sih yang harus Anda ketahui saat berjualan di sosial media? Berikut ulasannya.

1. Sosial media tempat berkumpul milyaran orang di dunia.

Milyaran? Bagaimana mungkin? Anda pasti terkejut bukan? Ya, memang sosial media adalah tempat berkumpulnya milyaran orang di dunia maya. Data terbaru mengungkapkan bahwa ada satu milyar orang lebih yang menggunakan internet untuk beraktifitas di sosial media.

Sementara di Indonesia sendiri, jumlahnya bisa mencapai 150 juta pengguna media sosial. Itu artinya sudah lebih dari separuh populasi Indonesia adalah pengguna media sosial. Tentu saja ini adalah peluang yang tidak boleh disia-siakan.

2. Sosial media adalah alat untuk berinteraksi dan menjalin hubungan dekat dengan calon konsumen maupun pelanggan.

Era sosial media telah mengubah cara dan perilaku brand untuk berkomunikasi dengan audiensnya. Jika dahulu iklan-iklan yang diluncurkan oleh brand hanya bersifat satu arah tanpa memberikan kesempatan adanya dialog dengan konsumen, kini sosial media membuka ruang tersebut.

Sehingga, brand saat ini dituntut untuk bisa berbicara dan ngobrol dengan para pembeli agar terjalin hubungan yang dekat. Ibarat berelasi, seseorang tidak akan mempercayai orang lain jika belum mengenalnya lebih dekat. Maka dari itu, mulailah mendekati pembeli Anda lewat sosial media.

Ingat bahwa tujuan bisnis Anda menggunakan sosial media adalah untuk meningkatkan kepercayaan audiens dan bukan untuk memperbanyak follower atau likes.

3. Bersosial media membutuhkan komitmen.

Bagi Anda yang ingin menggunakan sosial media untuk tujuan komersial, Ada baiknya jika Anda tidak menganggapnya sebagai hiburan yang bisa digunakan seenaknya saja. Sebagaimana dijelaskan di atas, sosial media adalah alat untuk berinteraksi sehingga jika Anda pelaku bisnis ingin menyukseskan bisnis yang Anda miliki, Anda harus berkomitmen dalam menggunakan sosial media.

Komitmen apa yang dimaksud? Komitmen yang dimaksud adalah tentang kemauan untuk terus menerus mengelola sosial media. Dengan komitmen ini, maka pelaku bisnis seperti Anda harus terus menjalin komunikasi melalui konten-konten maupun merespon interaksi yang disampaikan oleh audiens.

Mengelola sosial media memang mudah, namun yang berat adalah kemauan untuk tetap terus membuatnya menarik dan informatif. Itu mengapa komitmen yang kuat untuk menggunakan sosial media adalah hal yang penting.

4. Tunjukkan kemampuan brand

Sosial media adalah tempat untuk menunjukkan bahwa brand bisnis yang Anda kelola merupakan perusahaan yang terpercaya. Oleh sebab itu, Anda harus bisa untuk menunjukkan bahwa Anda memang terpercaya.

Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan terus menerus menyampaikan kapabilitas atau kemampuan yang brand bisnis Anda mampu lakukan. Misalnya, tunjukkan bahwa bisnis Anda adalah bisnis yang memperhatikan pembeli. Sehingga ketika ada keluhan dari pelanggan, Anda langsung menanggapinya dengan baik dan bisa menyelesaikan masalah dengan tuntas.

Sampaikan peristiwa berinteraksi bisnis Anda dengan pembeli yang menyampaikan keluhan ini di halaman sosial media yang brand Anda miliki. Tentu saja, berikan pula apresiasi yang pantas pada pembeli tersebut karena kisahnya Anda angkat sebagai konten sosial media.

Contoh lainnya adalah tunjukkan bahwa brand Anda menjamin kualitas barang. Caranya bisa bermacam-macam, bisa seperti apa yang dilakukan Handmadeshoesby beberapa waktu lalu, yakni dengan mengunggah video terkait memusnahkan produk yang tidak berkualitas. Ya, walaupun saat itu menjadi viral dan akhirnya video kami turunkan.

Ada banyak cara untuk menunjukkan kemampuan di sosial media. Tunjukkan. Tapi jangan sampai terkesan menggurui atau sok tahu ya. Pastikan brand Anda bisa benar-benar terpercaya saat berkomunikasi dengan para audiens di sosial media.

5. Perbanyak mendengarkan

Mendengar?
“Sosial media kan bentuk kontennya teks.”
“Atau lebih banyak menonton video?”

Bukan. Bukan itu maksudnya. Maksud dari banyak mendengar adalah, brand Anda harus bisa lebih banyak menyimak percakapan yang terjadi di sosial media.

Sosial media adalah ruang interaksi, itu sebabnya brand harus bisa menunjukkan diri bahwa mereka ada namun tetap aktif untuk mendengarkan keluhan, aspirasi, maupun pendapat dari para audiens. Dengan lebih banyak mendengar aspirasi dari audiens di sosial media Anda akan bisa lebih tepat dalam memberikan solusi. Hal ini tentu saja terkait pula dengan kemampuan brand Anda.

Misalnya, Anda menemukan audiens yang mengeluhkan kualitas tas yang ternyata buruk dari sebuah brand. Anda bisa saja mulai mendekati orang tersebut kemudian perlahan-lahan menawarkan produk tas yang Anda miliki sebagai alternatifnya.

Seperti inilah manfaat dari mendengarkan audiens di sosial media. Mudah bukan?

6. Fokus pada audiens yang tepat

Seperti di awal disampaikan, bahwa sosial media telah digunakan oleh milyaran manusia. Sehingga ada banyak sekali jenis dan karakteristik pengguna sosial media yang bisa Anda jumpai. Itu sebabnya untuk bisa menggunakan sosial media dengan efektif untuk bisnis, Anda harus memilih audiens yang tepat dan jangan berkomunikasi dengan audiens yang acak.

Mengapa begitu? Penyebabnya adalah karena audiens yang acak akan membuat komunikasi yang Anda sampaikan tidak mengena di benak para audiens. Ketika komunikasi tidak sampai pada target sasaran tentu saja pesan yang ingin disampaikan tidak akan bisa diterima. Padahal Anda sedang mengomunikasikan bahwa produk tas yang Anda miliki adalah produk yang berkualitas dan hasil karya tangan-tangan terampil anak bangsa.

Selain itu, menargetkan audiens yang acak akan membuat biaya komunikasi Anda semakin mahal. Anda akan membuang-buang waktu dan tenaga untuk hal yang tidak efektif.

Sehingga Anda perlu untuk menentukan siapa audiens yang tepat dari awal. Atau jika sudah terlanjur, Anda harus mulai menarget audiens yang tepat sekarang juga.

Tentukan sosial media mana yang tepat untuk bisnis Anda. Tidak semua sosial media harus dimiliki oleh sebuah perusahaan.
Lihat data di bawah ini tentang sosial media yang populer digunakan

Facebook

  • Pengguna: 2.2 Milyar
  • Audiens: Generasi X dan millennials
  • Cocok untuk: Memperkenalkan awareness pada brand dan iklan

Twitter

  • Pengguna: 335 juta
  • Audiens: Umumnya millennials
  • Cocok untuk: Layanan pelanggan dan hubungan masyarakat.

Instagram

  • Pengguna: 1 Milyar
  • Audiens: Umumnya millennials
  • Cocok untuk: Menampilkan aktifitas bisnis dibalik layar, menggaet konten dari para pengguna, dan iklan.

LinkedIn

  • Pengguna: 645 juta
  • Audiens: Genersi 60-70an, Generasi X, dan millennials
  • Cocok untuk: Hubungan komunikasi antar bisnis, pengembangan bisnis, dan perekrutan talenta.

YouTube

  • Pengguna: 1.9 milyar
  • Audiens: Millennials dan Generation Z
  • Best for: Memperkenalkan awareness pada brand, iklan, hiburan, dan video panduan

Snapchat

  • Pengguna: 300 juta
  • Audiens: Kebanyakan Generation Z
  • Cocok untuk: Memperkenalkan awareness pada brand dan iklan

Pinterest

  • Pengguna: 250 juta
  • Audiens: Kebanyakan millenials dan para baby boomers
  • Cocok untuk: Iklan visual dan sumber inspirasi

Dari sekian banyak sosial media Anda harus memilih, sosial media mana yang cocok untuk bisnis Anda. Pastikan audiens yang kerap menggunakan sosial media tertentu adalah pasar potensial yang cocok dengan brand dan produk yang Anda tawarkan.

Selain itu ubah pola pikir yang awalnya hanya berfokus pada jumlah follower atau likes di sosial media menjadi pola pikir bahwa Anda perlu mendapatkan audiens yang memang berminat dan mau mendengar komunikasi yang disampaikan bisnis Anda.

7. Perhatikan kualitas konten

Konten adalah jantung dari komunikasi bisnis melalui sosial media. Tanpa konten bisnis Anda akan sulit untuk berinteraksi dengan audiens sehingga akan sulit untuk mendapat pembeli. Sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan konten apa yang ingin Anda sampaikan.

Hal ini kembali terkait dengan menunjukkan kemampuan brand. Dengan konten yang baik, bisnis Anda akan dipandang sebagai brand yang berkualitas dan memiliki kemampuan.

Resep dari konten yang bekualitas secara umum adalah gunakan teks yang sederhana dan singkat namun efektif. Kemudian tampilkan dengan visual yang menarik.

8. Terus belajar dan evaluasi setiap aktifitas sosial media

Sejatinya tidak ada aturan yang baku mengenai bagaimana menggunakan sosial media yang benar. Hal yang baku tentang sosial media hanyalah tentang belajar. Ya Anda harus terus menerus belajar untuk menemukan formulasi yang tepat cara mengoptimalkan sosial media untuk bisnis Anda. Alasannya adalah karena sosial media itu sendiri terus menerus berubah dan melakukan penyesuaian-penyesuaian.

Metode tahun lalu belum tentu efektif digunakan untuk tahun ini. Begitu pula belum tentu metode yang sudah lama usang, tidak efektif untuk digunakan di masa sekarang. Intinya perbanyaklah untuk melakukan eksperimen kemudian evaluasi hasilnya.

Ada banyak cara untuk mengevaluasi aktifitas sosial media. Cara yang paling mudah adalah dengan memperhatikan alat-alat ukur yang tersedia di sosial media seperti jumlah likes, jumlah engagement, jumlah share, dan lain sebagainya.

Catat semua aktifitas, dan kemudian temukan pola-pola yang terjadi. Sehingga Anda akan bisa menemukan cara-cara yang efektif untuk menjalankan bisnis melalui sosial media.

Kesimpulan

Sosial media untuk bisnis memang opsional, itu artinya meski tidak menggunakan sosial media bisa saja bisnis Anda berjalan normal. Namun dengan menggunakan sosial media tentu bisnis yang Anda geluti akan mendapatkan hasil yang lebih. Itu sebabnya Anda harus bisa memperhatikan banyak hal yang ada dalam ruang sosial media. Jangan sampai Anda telah mengeluarkan banyak tenaga untuk sosial media, namun hasilnya tetap tidak maksimal.

Simak terus Sukses Bersama Handmadeshoesby. Dapatkan update-update terbaru segala hal tentang bisnis dengan melakukan pendaftaran di sini.

Subscribe Sekarang

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Post terkait